Data Kependudukan dan Keikutsertaan Keluarga Berencana (KB)
No | RT | Jumlah Penduduk | Jumlah Keluarga PUS | Jumlah keluarga Akseptor KB |
1 | Rt. 001 | 154 | 33 | 31 |
2 | Rt. 002 | 150 | 35 | 30 |
3 | Rt. 003 | 235 | 41 | 34 |
4 | Rt. 004 | 76 | 21 | 16 |
5 | Rt. 005 | 79 | 10 | 8 |
6 | Rt. 006 | 99 | 18 | 18 |
7 | Rt. 007 | 93 | 18 | 15 |
8 | Rt. 008 | 171 | 29 | 28 |
9 | Rt. 009 | 126 | 22 | 19 |
10 | Rt. 010 | 102 | 23 | 16 |
11 | Rt. 011 | 82 | 16 | 15 |
12 | Rt. 012 | 107 | 21 | 18 |
13 | Rt. 013 | 150 | 22 | 20 |
14 | Rt. 014 | 97 | 21 | 13 |
JUMLAH | 1721 | 330 | 281 |
Berdasarkan rekapitulasi data dari 14 Rukun Tetangga (RT) yang tercatat, wilayah ini memiliki total penduduk sebanyak 1.721 jiwa. Dari total populasi tersebut, terdapat 330 keluarga yang masuk dalam kategori Pasangan Usia Subur (PUS).
Tingkat kesadaran dan partisipasi warga terhadap program Keluarga Berencana (KB) di wilayah ini tergolong sangat baik. Tercatat sebanyak 281 keluarga telah aktif menjadi Akseptor KB. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 85,15% dari keseluruhan Pasangan Usia Subur (PUS) telah mengikuti program keluarga berencana.
Jika dilihat berdasarkan sebarannya, RT. 003 merupakan wilayah dengan populasi terbanyak yaitu mencapai 235 jiwa, sekaligus mencatatkan jumlah keluarga PUS (41 keluarga) dan Akseptor KB (34 keluarga) tertinggi dibandingkan RT lainnya. Sebaliknya, RT. 004 memiliki jumlah penduduk paling sedikit yakni 76 jiwa.
Data capaian akseptor KB yang tinggi ini menunjukkan keberhasilan sosialisasi program kesehatan reproduksi di masyarakat dan dapat menjadi tolok ukur yang sangat baik untuk perencanaan program kesehatan keluarga dan kependudukan di masa mendatang